SMA Negeri 3 Kota Mojokerto

Visi: Tertib dan displin dalam mencapai prestasi unggul yang bermoral agamis.

Fasilitas Lengkap

Guru Profesional, Labarotorium Lengkap (Komputer, Bahasa, Kimia, Fisika, dan Biologi), Ruang kelas ber-AC, Ruang UKS, Free Wifi, Tempat Ibadah, CCTV untuk keamanan.

Pengembangan Bakat Siswa Melalui Ekstrakulikuler

OSIS, English Club, Karya Tulis Ilmiah, Dewan Ambalan, Pecinta Alam, Teater, Perkusi, Bola Voli, Bola Basket, Futsal, dan PMR.

Sekolah Penuh Prestasi

Menghasilkan generasi-genarasi muda yang penuh bakat.

Hanya di SMAN 3 Kota Mojokerto

Tempat yang cocok bagi siswa untuk mengembangkan dirinya dengan dibantu oleh semua komponen pendukung. Datang dan buktikan sendiri ! Kami siap untuk menyambut anda.

Showing posts with label Berita dan Info. Show all posts
Showing posts with label Berita dan Info. Show all posts

Wednesday, May 14, 2014

BUDI PEKERTI

OLEH: SLAMET IRFAN, S.pd 

Bulan juli,biasanya banyak orang tua siswa pusing karena agenda tahunan penerimaan siswa baru atau PSB dari SD ke SMP ke SMA. Bagi anak yang nilainya kurang pusing tujuh keliling, karena orang tua tidak bisa memasukan sekolah yang diharapkan sehingga melakukan berbagai cara supaya anaknya bisa masuk sekolah yang difavoritkan ! Padahal itu salah besar seandainya ini terjadi, yang jelas beban anak berat sekali dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh pengajar atau Bapak Ibu Guru sehingga anak bisa jadi depresi akhirnya perilaku anak kadang kala diluar kewajaran. Mengapa ini terjadi ? 

Perlu diketahui tingkat kecerdasan anak tidak sama antara satu dengan yang lain ada yang tinggi, sedang, rendah itu adalah rahmat yang oleh Allah SWT. supaya tidak terjadi depresi maka kita sebagai orang tua harus memahami, itu yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan anak-anak kita. Kalau sudah terjadi demikian anak malas masuk sekolah sehingga harapan orang tua tidak tercapai. 

Contoh fakta, pernah ada orang tua murid datang kerumah minta pertimbangan, masukan dan kebetulan wali kelasnya adalah saya. Anak ini masuk program ilmu sosial. Kalau dilihat dari nilai memang sesuai dengan program itu, dan kemudian ditempatkan di kelas yang sudah ditentukan berjalan kurang lebih dua bulan orang tua datang menemui saya lagi, ingin pindah kelas alasannya dikelas ada teman akrab, padahal saya tau karakter anak ini, jawaban saya? Kita pertimbangan dulu ke wakasek kurikulum, kalau tidak salah sekarang jadi kepala SMA Negeri 3 Mojokerto. Akhirnya orang tuanya kita turuti dan anak ini kita pindah, selanjutnya hari demi hari bolos dan tidak masuk dengan alasan yang tidak masuk akal, akhirnya keluar dari SMA Negeri 3 Mojokerto 

Pesan Moral Kepada siswa siswi SMA Negeri 3 yang baru 

1. Belajarlah yang rajin supaya, berguna bagi dirimu, keluargamu, bangsa dan negaramu
2. Patuhi dan laksanakan aturan aturan yang ada disekolah kamu, jangan sampai dilanggar.
3. Tuntutlah ilmu setinggi tingginya apabila kamu mampu.
4. BERDOA. Manusia hanya bisa merencanakan tetapi tuhan yang menentukan 

Hal –hal yang perlu dilakukan dalam menuntut ilmu? 

1. Harus mencintainya 

2. Harus mengorbankan waktu,tenaga,pikiran dan uang 

3. Tekun selama belajar 

4. Mendekati sumber ilmu 

SEKOLAH KECIL, PENDOBRAK PRESTASI



SMAN 3 MOJOKERTO merupakan salah satu sekolah yang memiliki citra baik di masyarakat. Karena pada dasarnya sekolah yang berada dijalan Pemuda No.33 ini mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Mojokerto. Terbukti dengan banyaknya lomba-lomba yang dimenangkan oleh siswa baik lomba akademik maupun non akademik. Prestasi-prestasi tersebut tentunya tidak terlepas dari kerja keras bapak dan ibu guru dalam membimbing, mendidik, dan mengajar siswanya dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. Hal itu dilakukan agar siswanya mampu mencapai titik kesuksesan yang dapat diraih oleh siswa.

Salah seorang guru yang sangat berperan dalam tercapainya prestasi siswa adalah bapak Mustofa M.Pd. Siswanya biasa memanggil beliau dengan nama panggilan pak Mus. Guru mata pelajaran kimia ini berhasil menjuarai OSN Kimia tingkat nasional tahun 2012 dan memperoleh medali emas. Beliau juga mendapatkan penghargaan sebagai The Best Theory dalam perlombaan tersebut. Guru kimia ini mempunyai sebuah prinsip dalam mencapai suatu kesuksesan. Beliau selalu bersikap jujur dan displin dalam melakukan suatu tindakan. Walaupun konsekwensinya sangat berat, yakni beliau harus mengalami kegagalan. Namun hal itu tak membuat semangatnya patah. Malah akan membuat beliau semakin bekerja keras untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Guru yang telah mengajar di SMAN 3 MOJOKERTO selama lebih dari 7 tahun ini mengaku bahwa dalam mengaku sebuah kesuksesan tidaklah mudah. Karena pada perjalanan menuju kesuksesan terdapat berbagai macam kegagalan. Begitu juga pada lomba OSN di tingkat nasional. Beliau mengaku bahwa selama mengikuti lomba tersebut tidak ada persiapan yang matang. Karena begitu banyak kegiatan yang harus beliau lakukan sebelum berangkat ke Jakarta. Dengan banyaknya kegiatan tersebut secara otomatis beliau tidak belajar untuk persiapan lomba.


Namun ada hikmah tersendiri yang membuat guru berusia 38 tahun ini mencapai kesuksesan. Terutama kesuksesan sebagai juara lomba OSN tingkat nasional. Hikmah tersebut didapatinya setelah tau bahwa benih yang pernah ditanamnya itu menghasilkan buah yang tak terduga. Dalam wawancara bersama tim Krida, beliau bercerita bahwa benih tersebut merupakan sebuah prinsip yang slalu digenggamnya. Prinsip tersebut juga dilakukan ketika beliau mengikuti PLPG. Beliau selalu bersikap jujur dan tidak menghalalkan segala macam cara untuk menempuh sebuah kesuksesan. Alhasil, beliau gagal. Dengan kegagalan tersebut, beliau tidak berputus asa. Beliau belajar dari sebuah kegagalan. Dari kegagalan tersebut itulah sehingga pada tes yang kedua beliau pun lulus.

SMAGHA “AC, Tarif Biasa”


“AC, Tarif Biasa”, tulisan ini sering kita lihat di kaca bus antar kota ataupun antar provinsi. Tujuannya tak lain adalah bentuk promosi pembeda fasilitas dengan bus lainnya. Fasilitas memadai tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit. Namun tidak untuk bis tersebut, meski menyediakan fasilitas bagus namun tarifnya sama dengan bus umumnya.

Hal ini juga berlaku di SMA NEGERI 3 MOJOKERTO. Disaat sekolah lain berlomba-lomba bertarif internasional, SMA NEGERI 3 MOJOKERTO bertahan dalam tarif normal. Dengan tarif normal, biasanya fasilitas yang tersedia bersifat standart. Namun, SMA NEGERI 3 MOJOKERTO memberi fasilitas yang menyediakan AC di hampir seluruh ruangan di SMA NEGERI 3 MOJOKERTO. Namun adanya fasilitas tersebut tarif SMA NEGERI 3 MOJOKERTO tetap normal. Selain fasilitas fisik SMA NEGERI 3 MOJOKERTO tersedia juga fasilitas penghargaan prestasi.

Mencintai dan rela berkorban demi pengabdian terhadap ilmu, masyarakat, bangsa dan negara-negara adalah salah satu visi SMA NEGERI 3 MOJOKERTO. Maksud dari visi tersebut yaitu seluruh warga SMA NEGERI 3 MOJOKERTO mencintai dan rela berkorban untuk ilmu yang di dapat, kemudian dari ilmu tersebut SMA NEGERI 3 MOJOKERTO menerapkannya ke masyarakat. Dengan adanya penerapan ilmu di kehidupan nyata tersebut, maka SMA NEGERI 3 MOJOKERTO juga telah mencintai dan rela berkorban demi bangsa dan negara.


Bpk. H. Umar selaku kepala sekolah SMA NEGERI 3 MOJOKERTO, dan komite SMA NEGERI 3 MOJOKERTO melakukan serangkaian langkah konkret untuk mewujudkan visi tersebut. Salah satu langkah konkret tersebut adalah memberi fasilitas kepada siswa. Dengan disediakannya fasilitas, SMA NEGERI 3 MOJOKERTO berharap kepada siswa-siswinya agar memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan meraih prestasi.

HORMAT KEPADA GURU SEBAGIAN DARI KUNCI KESUKSESAN

“Hormati orang tua-mu, bapak, dan ibu gurumu” adalah kalimat sakti yang biasa kita temui dalam setiap forum pendidikan, pengajian, atau majelis-majelis lainnya, secara formal merupakan upaya sosialisasi kepada setiap individu-individu (role theory) di dalam menjalankan peranannya di dalam masyarakat.

Di sisi kalimat tersebut merupakan pesan moral yang harus tetap terpelihara sebagai identitas sebuah masyarakat yang beradab dan bermartabat.

Sejarah mengatakan telah banyak peran guru dalam menciptakan kesuksesan sangat besar dalam kapasitas personal maupun secara makro kebangsaan. Ambil contoh negara raksasa Asia, Jepang, telah bangkit dari kehancurannya pada perang dunia kedua menuju kemajuan, salah satunya disebabkan oleh peran guru yang sangat besar dalam segala kemampuannya dan pengetahuannya mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada generasi selanjutnya. Tidak hanya sampai disini saja, bahwa peran dan jasa guru terhadap bangsa sangat besar, masih banyak contoh lainnya dan bahkan individu sekali berpresiden pun tidak luput dari jasa gru yang telah memekali nilai-nilai yang bersifat mormatif. Maka dianggap representatif bahwa guru adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA.

Jika kita melihat konsep nilai sosial yang dikemukakan oleh sosiolog Indonesia Prof. DR. Notonegoro yaitu nilai moral (nilai kebaikan) adalah nilai-nilai tang bersumber dari kemauan atau kehendak. Maka sangatlah sesuai untuk dijadikan cerminan perilaku kolektif yang bermartabat ketika seorang anak bangsa mengultuskan dirinya sebagai orang dengan adat ketimuran yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral, yaitu dengan hormat dan santun kepada guru sebagai upaya melestarikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang tersurat dengan jelas di dalam sila-sila Pancasila.

Memang terlahat sederhana tetapi pada kenyataannya sangat sulit untuk diaktualisasikan di kehidupan sehari-hari. Menjadi pertanyaan besar mengapa saat ini bangsa Indonesia yang secara historis dikenal bangsa-bangsa lain sebagai bangsa yang ramah, santun, dan berbudaya. Tetapi kinitelah terindikasi mengalami degradasi moral? Suatu relitas sosial yang sering kita jumpai di sekitar kita bahwa anak mulai berani kepada orang tuanya. Masih sering dijumapi kasus-kasus lain seperti siswa kurang tulus dalam menjalankan perintah yang diberikan gurunya, tak mau peduli dengan nasehatnya, meskipun hal ini tidak terjadi pada semua siswa. Terlepas dari itu semua kita kembalikan pada massing-masing individu, karena sekolah hanya tempat kedua bagi siswa untuk melakukan sosialisasi dan selebihnya adalah keluarga dan lingkungan masyarakat yang sangat berpengaruh besar.
2 hal penting mengapa hormat kepada guru menjadi setengah dari kunci kesuksesan. Yaitu :
1.       Guru adalah orang tua kedua kita
Layaknya orang tua, guru mendapat perhatian penuh atas tanggung jawab anak didiknya untuk mampu mengayomi dan membimbing dengan tulus. Begitu juga siswa sebagai anak sendiri mengharapkan restu yang tulus dari bapak ibu gurunya atas apa yang dilakukan. Contoh kasus ketika sebelum menghadapi UAN mereka antusias dan dengan kesadaran tinggi mencari dan menemui bapak ibu gurunya untuk mendapatkan do’a restu agar diberi kemudahan dan kelancaran. Suatu kebanggaan yang bersama bahwa pattern of behavior (pola=pola perilaku) ini perlu dilestarikan sebagai bukti komunikasi yang harmonis antara siswa dan guru, dan menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Guru adalah sumber penerangan yang menuntun kita keluar dari jalan kegelapan, dari tidak tahu menjadi tahu.

Betapa besar jika dihitung dengan angka dan tidak ada habisnya, jasa bapak ibu guru yang dengan tulus memberikan ilmu kepada kita sebagai wujud pertanggung jawaban moral sesuai dengan kode etiknya. Kita menjadi orang yang berilmu, kritis dan peka terhadap situasi yang ada, serta menjadi insan yang berbudaya yang siap berkompetisi secara sehat dengan perkembangan globalisasi saat ini. Selain itu bisa memberikan pegangan atau konsep yang tegas terhadap individu ketika menjalankan peranannya sesuai status barunya di masyarakat.

Sebuah harapan bersama sekarang yitu kesadaran dan kemampuan yang tulus dari kita masing-masing individu sebagai anak bangsa untuk mau dan tetap hormat kepada guru-gurunya sebagai wujud pengabdian kita sebagai warga negara baik dan pribadi yang berbudaya. Orang yang lebih berilmu lebih dipertimbangkan dan ditakuti oleh musuh-musuhnya daripada orang yang kaya tetapi bodoh. Dan kita bisa meraih sebuah kesuksesan tidak jauh dari peran orang tua dan guru-guru yang telah sabar mendidik dan menuntun kita, meluruskan mana yang salah dan menunjukkan mana yang benar.

Akhirnya hal inilah yang menjadi salah satu alasan logis mengapa hormat kepada guru menjadi suatu yang boleh dikatakan “wajib hukumnya” bagi kita anak bangsa yang berakhlakul kharimah. (Dani Ismail,SP.d/Krida)

Pendidikan Moral Pembangunan Masa Depan Bangsa

Nama                            : Suparman S.Pd
Guru Mata Pelajaran : PKn
Tanggal Lahir              : 07 Oktober 1969
Alamat                           : Jabon, Mojoanyar Mojokerto

                Bapak Suparman telah berada di SMA Negeri 3 ini sejak tahun 2001, beliau memilih mengajar PKn demi mewujudkan harapan beliau untuk menjadikan anak didiknya sebagai siswa yang bermoral dan mempunyai etika dengan didasari budi pekerti yang luhur.
                Selama masa mengajarkan, ada juga rintangan yang pernah dialami beliau seperti banyaknay siswa yang tidak memperhatikan pelajaran dan malas mengerjakan tugas hingga membuat materi yang diajarkan menjadi terbengkalai dan tertunda. Namun, beliau menyadari bahwa ini semua bukanlah menjadi hambatan.
                Bapak Suparman adalah salah satu sosok guru yang perhatian, beliau mengerti dan memaklumi alas an keterlambatan para siswa disaat harus mengumpulkan tugas. Beliau beranggapan, mungkin karena tugas sekolah yang begitu banyak, sehingga waktu untuk mengerjakannya sulit untuk dibagi. Meski begitu sabar dan pemaaf, beliau menerapkan kedisiplinan sebagaimana mestinya, diman siswa harus memposisikan dirinya sesuai dengan kewajibannya.
                Dalam pengajarannya, untuk menarik minat para siswa, beliau menggunakan metode cooperative learning, dimana terdapat interaksi antara siswa yang satu dengan yang lainnya sehingga didalam kelas para siswa tidak hanya berdiam diri mendengarkan pelajaran saja atau pasif. Metode ini diterapkan dengan mengadakan diskusi yang sebelumnya diawali dengan membuatkarya tulis. Dengan adanya fasilitas LCD dari sekolah, kegiatan pembelajaran dengan power point disertai menampilkan gambar-gambar realita kehidupan dalam masyarakat dapat disajikan secara langsung.
                Pada kesempatan kali ini, Bapak Suparman berpesan kepada para siswa agar pintar-pintar untuk menguasai teknologi, bahasa asing dan perkembangan IPTEK yang ada agar tidak sampai tertinggal oleh peradaban zaman. Meskipun demikian, beliau member saran agar para siswa tidak hanya pintar secara intelektual saja melainkan pintar yang berkarakter sesuaikan yang dicita-citakan bangsa Indonesia serta mempunyai budi pekerti yang luhur. 

JADI WALI KELAS ITU MENYENANGKAN




Tidak ada yang sulit di dunia ini. Semuanya dapat kita jalani dengan baik dan mudah, asalkan kita menjalaninya dan penuh tanggung jawab. Hal inilah yang selalu diterapkan oleh bu wid dalam kehidupan sehari-harinya.
                Seorang guru wanita yang saat ini berumur 48 tahun ini tentunya sudah sangat akrab dan dikenal oleh seluruh warga SMAN 3 Mojokerto. Siapa sih yang tidak kenal dengan Ibu Widyastuti? Beliau adalah salah satu guru pembimbing mata pelajaran kimia di SMAGHA.
                Ibu Widyastuti atau yang biasa disapa dengan panggilan Bu Wid ini sudah mengabdi selama 21 tahun untuk menjadi seorang guru. Sedangkan di smagha beliau baru mengajar kurang lebih selama 13 tahun. Beliau merasa sangat bersyukur dapat menjadi seorang guru di SMA, karena menurut beliau siswa SMA sudah dapat mengerti tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga beliau merasa tidak terlalu sulit dalam mengarahkan siswa-siswinya. Dengan menjadi guru SMA beliau juga dapat mengetahui perkembangan remaja saat ini, sehingga beliau juga dapat mengetahui perkembangan anaknya yang saat ini juga menginjak masa remaja dengan baik.
                Guru yang sering menjadi wali kelas ini menganggap bahwa menjadi wali kelas juga merupakan hal yang menyenangkan dan bukan merupakan hal yang membebani beliau. Tetapi memang ada beberapa hal yang dirasa beliau cukup menyusahkan ketika menjadi seorang wali kelas. Hal-hal tersebut diantaranya adalah ketika ada siswa di kelas beliau yang terlihat sedang mempunyai masalah tetapi siswa tersebut sulit untuk diajak berkomunikas. Masalah lain yang tidak kalah pentingnya adalah permasalahan mengenai absensi siswa yang juga dapat mempengaruhi nilai rapor mereka kelak ketika akhir semester dan juga dapat mempengaruhi kenaikan kelas.
                Guru yang mempunyai seorang anak ini biasanya tiap tahun selalu mendapat tugas dari sekolah untuk menjadi wali kelas. Baik wali kelas di kelas X,XI,atau bahkan kelas XII.
                Sebagai wali kelas Ibu Widyastuti ini menganggap dirinya adalah seorang wali kelas yang super cerewet terhadap siswa-siswinya, baik itu mengenai tata tertib, pembayaran SPP siswanya dan masih banyak yang lain. Beliau juga sangat menjunjung tinggi kedisiplinan. Tetapi, beliau tidak menganggap hal tersebut sebagai kesalahan, karena beliau melakukannya demi kebaikan siswinya. Hal itu terbukti dengan dikelas manapun bu wid menjadi wali kelas, pasti siswa siswinya sangat mematuhi tata tertib sekolah dan tidak pernah ada yang dihukum ketika diadakan razia disekolah.
                Guru kimia yang saat ini menjadi wali kelas dari kelas XI IA-1 ini berpendapat bahwa tidak ada perbedaan yang terlalu mencolokdalam wali kelas, baik itu kelas X,XI dan kelas XII. Hanya saja ketika menjadi wali kelas untuk kelas X, beliau harus bisa menumbuhkan rasa cinta dan sayang bagi kelas X yang terhitung sebagai siswa baru terhadap nama baik sekolah beserta almamater. Hal lain yang dirasakan beliau juga berbeda ketika menjadi wali kelas dari kelas X adalah ketika beliau juga harus membantu persiapan diri murid muridnya untuk menghadapi penjurusan menuju kelas XI.
                Menurut beliau menjadi, wali kelas dari kelas berapapun bukanlah merupakan suatu masalah asalkan dilakukan dengan senang hati dan penuh tanggung jawab. Karena seperti apa yang selalu diterapkan oleh beliau dalam kehidupannya bahwa tidak ada yang sulit didunia ini asalkan dijalankan dengan senang hati dan penuh rasa tanggung jawab. Terlebih lagi anak-anak saat ini sudah dapat diajak menyikapi segala sesuatunya dengan baik sehingga mereka mudah untuk diajak kerjasama. Hal ini juga yang membuat tugas beliau sebagai wali kelas jadi lebih mudah dan semakin ringan.
                Bu wid adalah tipe guru yang selalu menekankan kepada murid-muridnya agar mereka dapat selalu saling asih dan asuh terhadap sesama teman. Dengan saling menyanyangi antar teman, maka akan tercipta suatu kemakmuran dan kenyamanan dikelas. Hal itu juga dapat mempengaruhi kenyamanan belajar dikelas.
                Bu Wid juga berpesan kepada seluruh siswanya agar di jaman yang seperti ini dimana keadaan perekonomian yang semakin kacau dan kemajuan  teknologi  sudah sangat pesat, beliau berharap agar para siswanya dapat lebih meningkatkan prestasinya daripada yang sebelumnya dan juga agar siswa-siswinya dapat menyaring antara antara hal yang baik dan buruk yang masuk melalui kemajuan teknologi saat ini. Semoga saja kita semua dapat menjalankan apa yang diharapkan ibu Widyastuti tersebut. AMIN.
Nama:
Rudatin Widyastuti
Tempat/tanggal lahir:
Madiun, 6 Desember 1966
Guru mata pelajaran:

Kimia

BERSATUNYA OSIS & EKSKUL


OSIS adalah organisasi intra yang terdapat di setiap sekolah dari jenjang SMP hingga SMA. Walaupun kini siswa sudah berada pada jenjang SMA, tidak banyak dari siswa yang mengetahui apa itu OSIS dan seperti apa tugas pengurus OSIS. OSIS merupakan sarana penampung aspirasi siswa dan sarana pendukung kegiatan siswa dalam pengembangan diri yang positif. Pengurus OSIS adalah sekelompok siswa yang tergabung dalam OSIS yang memiliki tugas sebagai pelaksana dalam suatu  kegiatan sekolah dan pendukung berbagai kegiatan siswa di sekolah. Sedangkan ekskul atau Ekstra Kurikuler merupakan kegiatan ekstra yang dikelola oleh OSIS.

OSIS dan EksKul dapat dimisalkan sebagai “simbiosis mutualisme” atau dua hal yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Di dalam program kerja OSIS telah dicantumkan berbagai kegiatan EksKul. Program kerja itu tidak akan berjalan maksimal jika tidak didukung oleh pihak EksKul itu sendiri. Begitu juga dengan EksKul, kegiatan kegiatan EksKul tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya dukungan dari OSIS, baik dari segi pendanaan maupun persetujuan akan diadakannya suatu kegiatan dari EksKul tersebut.

Maka dari itu, OSIS dan EksKul perlu membangun suatu hubungan yang harmonis agar setiap program dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi “missed communication” antara OSIS dan EksKul. Dalam upaya membangun hubungan yang harmonis itu perlu adanya penjadwalan atau pembuatan agenda kegiatan agar semua kegiatan di sekolah dapat betjalan dengan lancar, baik kegiatan OSIS maupun kegiatan EksKul dan tidak saling bertabrakan satu dengan yang lain.
Kita memang harus belajar dari berbagai pengalaman. Tidak jarang kegiatan suatu EksKul bertabrakan dengan kegiatan EksKul yang lain dan juga bertabrakan dengan kegiatan (rapat) OSIS. Misalnya saja siswa A mengikuti dua EksKul dan ia juga tergabung dalam pengurus OSIS. Suatu hari ketika pulang sekolah, EksKul Q yang diikutinya mengadakan pertemuan. Di hari itu pula EksKul R yang diikutinya turut mengadakan pertemuan dan OSISpun mengadakan rapat untuk membahas suatu kegiatan. Dalam waktu yang bersamaan itu terdapat 3 kegiatan yang diadakan sehingga bertabrakan satu dengan yang lain dan meyebabkan siswa A merasa bingung untuk memilih harus mengikuti kegiatan apa terlebih dahulu.


Hal itui terjadi karena tidak adanya koordinasi antara OSIS dan EksKul. Oleh karena itu, pengaturan jadwal kegiatan OSIS dan EksKul sangat diperlukan utuk menciptakan suatu keteraturan kegiatan. Tidak hanya itu, OSIS dan EksKul juga dapat saling berbagi pikiran (sharing) tentang kegiatan yang mungkin sulit untuk diadakan di sekolah. Dengan begitu OSIS dan EksKul dapat bersatu dan memiliki hubungan kerjasama serta kekeluargaan yang harmonis, sehingga setiap kegiatan dapat berjalan dengan maksimal dan saling mendukung.(Krida/TALT)

Disiplin Sangat Penting

Menuai keberhasilan itu tidak hanya dengan rajin belajar, belajar dan belajar. Tetapi disiplin juga penting dan sangat dibutuhkan untuk meraih keberhasilan. Mungkin ini yang menyebabkan SMA Negeri 3 Kota Mojokerto sangat peduli akan kedisiplinan, seperti yang dikatakan Bapak Siswanto saat diwawancarai
Menurut Bapak, apakah disiplin itu ?
“Disiplin adalah tingkah laku/perbuatan yang sesuia dengan ketentuan-ketentuan yang telah ada dan ditetapkan.”

Peraturan apakah yang sangat dominan di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto ?
“Peraturan yang sangat  dominan adalah mengenai kenakalan siswa, tentang tingkah laku siswa, seragam sekolah (memakai atribut lengkap mulai dari papan nama hingga dasi, cara berpakaian rapi, rok murid perempua tidak boleh dibawah pinggang, tidak boleh memakai seragam yang ketat)”.

Jika ada kesalahan atau pelanggaran peraturan yang dilakukan siswa ataupun siswi  (seperti murid yang terlambat datang ke sekolah). Pasti juga ada sanksi yang diberikan kepada murid yang melanggarnya. Lalu apa alasan dibuatnya sanksi tersebut  ?
“Tujuannya untuk mengingatkan siswa agar mereka menyadari bahwa perbuatannya salah. Mereka yang terlambat datang ke sekolah dikenai sanksi seperti tidak boleh mengikuti pelajaran pertama, karena dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi belajar kelas. Dan siswa yang terlambat harus melepas sepatunya agar membedakannya dengan teman-temannya yang lain. Sehingga teman-temanya akan tahu jika dia melakukan kesalahan.  Dan siswa yang melanggar peraturan akan merasa malu dan hal ini juga dapay dijadikan pelajaran bagi teman-temannya yang lain agar tidak melanggar peraturan tersebut.”

Apakah dengan mengawali kebiasaan kecil seperti datang ke sekolah dengan tepat waktu dapat mempengaruhi keberhasilan ?
“Iya, karena sanksi itu dibuat untuk mencegah perbuatan/kelasahan sekecil itu agar tidak menjadi semakin besar. Karena sanksi bersifat menegur. Masalh sekecil apapun jika dibiarkan akan menjadi besar. Sedikit demi sedikit lama-lam menjadi bukit. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan sanks untuk mencegahnya dan menjadikan diri lebih baik lagi karena untuk meraih keberhasilan perlu melatih diri sedikit demi sedikit untuk menjadi baik.”

Bagaimana tanggapan murid-murid mengenai pmberian sanksi tersebut ?

“Mendukung, karena hal ini merupakan belajar bertanggung jawab. Siapa yang telah melakukan kesalahan akan menerima hukuman sebagai konsekuensinya.” (Krida/FD7)

PMR SMAGHA SABET 4 JUARA LOMBA PMR KOTA MOJOKERTO

Ekstra kulikuler di SMAN 3 Kota Mojokerto memang tidak pernah mengecewakan dalam meraih prestasi diberbagai lomba, kali ini giliran salah satu ekskul PMR tealh berhasil menyabet banyak juara dalam Lomba PMR yang diadakan oleh Kota Mojokerto pada tahun 2008. Kegiatan lomba PMR ini diberi nama Lomba PMR Wira dan Madya yang pesertanya siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se-Kota Mojokerto. Pada lomba PMR tersebut SMA Negerei 3 Kota Mojokerto  berhasil menyabet banyak juara, diantaranya adalah:

  1.  Juara II Lomba Pertolongan Pertama (Putri)
  2.  Juara II Lomba Pertolongan Keluarga (Putri)
  3.  Juara II Lomba Puisi
  4.   Juara II Kurvey pada Tenda Putra


Kemenangan yang diraih oleh seluruh anggota PMR SMA Negeri 3 Kota Mojokerto merupakan suatu kebanggaan tersendiri untuk seluruh warga SMA Ngeri 3 Kota Mojokerto. Kemengan itu dapat diraih karena peserta PMR yang mempunyai rasa semangat, kerja sama dan kekompakan yang tinggi serta didukung dengan selalu memohon keridhoan kepada Allah SWT, sehingga semua itu dapat diraihnya.

Dengan kemenangan angoota PMR dalam lomba PMR  SMA Negeri 3 Kota Mojokerto bisa selalu menjadi yang terbaik dan bisa melindungi serta menolong orang-orang yang membutuhkannya.  (Krida/FD7)

Tuesday, May 13, 2014

Pak Kholik: "Pekerjaan ini adalah panggilan jiwa saya"

Siapa sih yang tidak mengenal lelaki ramah nan kocak ini ? ya, “Pak Kholik” begitu sapaan akrab untuk laki-laki yang berumur 49 tahun ini. Si kocak yang bernama asli Abdul Kholik ini lahir di Mojokerto, 25 Desember 1964. Ayah dari Poppy Caritra Putri ini sangat gemar sekali menikmati kopi ini bertempat tinggal di Jalan Welirang No.3 Kecamatan Magersari Mojokerto.

Laki-laki ramah ini telah mengaabdikan dirinya sebagai petugas keamanan SMA Negeri 3 Mojokerto selama kurang lebih 15 tahun. Banyak sekali hal unik yang telah di alami oleh beliau selama mejadi petugas keamanan di SMA Negeri 3 Mojokerto, salah satunya adalah “Pernah di marahi oleh wali murid karena helm salah satu murid hilang di lingkungan sekolah.” Tuturnya saat di wawancarai oleh pemburu berita.

Pecinta nasi rawon ini mengidolakan Kevin Costner dan penyuka musik bergenre rock yang biasa dibawakan oleh God Bless. Beliau menjelaskan bahwa pesan dan kesannya selama menjadi petugas keamanan di SMA Negeri 3 yakni “orang kerja itu ada enak dan ada gak enaknya, tapi bagi pak kholik di jalani saja dengan enjoy.” Begitu penjelasannya kepada pencari berita. Pada kesempatan ini pak kholik juga menuturkan alasannya nyaman bekerja di SMA Negeri 3 mojokerto yaitu “Kebetulan pekerjaan ini cocok dengan panggilan jiwa saya” kata Pak Kholik.

Lelaki yang memiliki kumis tebal ini menyampaikan pesannya untuk SMA Negeri 3 Mojokerto “Maju terus pantang mundur, walaupun banyak cobaan dan rintangan yang di hadapi oleh sekolah kita.” Begitu tutur Pak Kholik. Dan untuk yang terakhir beliau berpesan kepada seluruh siswa SMA Negeri 3 Mojokerto yaitu “tetap bersekolah dan selalu rajin belajar.” (Mrs.K,24)

Daftar Prestasi yang Pernah Diraih Siswa SMA Negeri 3 Kota Mojokerto

NAMA

JENIS KEJUARAAN

PERINGKAT

PENYELENGGARA

TAHUN

Yusuf Utomo N. S. N.

Lompat Tinggi (Putra) O2SN

I

Dinas P&K Kota Mojokerto

2012

M. Khusen

Bulu Tangkis (Putra) O2SN

I

Dinas P&K Kota Mojokerto

2012

SMAGHA STAR

Terbang Jidor Modern

I

Pemkot Mojokerto

Dishubkominfo Kota Mookerto

2012

Bagus Setyadi

Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

III

Dinas Perhubungan & Lalu Lintas Angkutan Jalan Prov. Jatim

2012

Grup Band SMAN 3

Festival Band Pelajar tingkat SMA/SMK/MA Negeri/Swasta

Harapan I

Kota Mojokerto

2012

Riswanda Imawan

M.Chusen A.

Cab. Olahraga Bulu Tangkis Ganda Putra

I

POPDA Kota Mojokerto

2013

Tri Norma Sasongko

Cab. Olahraga Tenis Lapangan

I

POPDA Kota Mojokerto

2013

Yusuf Utomo N. S. N.

Cab. Olahraga Lompat Tinggi (Putra)

I

POPDA Kota Mojokerto

2013

Novalita Cindy S.

Nur Fardan H.

Galuh Margareta

M. Rizal Aditya R

Winda Pisesty

Cab. Olahraga Pencak Silat kelas B (Putri)

Cab. Olahraga Pencak Silat kelas A (Putra)

Cab. Olahraga Pencak Silat kelas A (Putri)

Cab. Olahraga Pencak Silat kelas D (Putra)

Cab. Olahraga Pencak Silat kelas F (Putri)

I

POPDA Kota Mojokerto

2013

Dwi Wiradika A.

Cab. Olahraga Pencak Silat Seni Jurus Tunggal Putra

I

POPDA

2013

Irhast Hario Aristo

Cab. Olahraga Sepak Takraw Beregu/Double Event Putra

I

POPDA

2013

Grup Teater SMAN 3

Scream 2 Sooko’s Creativity Art and Music

II

SMAN 1 Sooko Mojokerto

2013

Yusuf Utomo N. S. N.

O2SN Tingkat Prop. Cab. Atletik  Loncat Tinggi Putra

III

Provinsi Jatim

2013

M.Chusen A.

Cab. Bulutangkis Putra

I

Kota Mojokerto

2013

Yusuf Utomo N. S. N.

Cab. Lompat Tinggi (Putra)

I

Kota Mojokerto

2013

Meri

Karate (Putri)

II

Kota Mojokerto

2013

Galuh Margareta

Cab. Pencak Silat (Putri)

Cab. Pencak Silat (Putri)

I

Kota Mojokerto

2013

Anita

II

Agestania Zerra S.

·      Festival & Lomba Seni Siswa nasional 2013 Cab. Kriya

·      Festival & Lomba Seni Siswa nasional 2013 Cab. Kriya

I

 

I

Propinsi Jatim

 

Daerah

2013

Lukman Hakim

Festival & Lomba Seni Siswa Nasional 2013  Cab. Seni baca Al-Qur’an

I

Kota Mojokerto

2013

Sabriena Yulli T.

Cab. Seni Cipta Puisi

III

Kota Mojokerto

2013

Hira Ajiningrum L.

Cab. Seni Vokal

II

Kota Mojokerto

2013

Yonas J. P.

Festival & Lomba Seni Siswa Nasional Cab. Seni Vokal (Putra)

II

Kota Mojokerto

2013

Faturrohman

Cab. Seni Poster

Harapan I

Daerah

2013

Wiwik Kurniati

Cab. Seni Baca Puisi

II

Daerah

2013

Anita Kumalasari

Lomba Menulis Poster UKS

II

Kota Mojokerto

2013

Yokhebed Tisda J.

Lomba Karya Tulis tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati & Ekosistemnya tahun 2013

I

Dinas Kehutanan Prov. Jatim

2014

Febriyana Dyah W.

Yuyun Arista Wati

Farah Dini R.

Arinta Prabawati M.

Catur Dyah P.

Lomba Karya Tulis Bidang Kearsipan tingkat SMA pada Kegiatan Monitoring, Evaluasi, & Pelaporan Kondisi Situasi Data

II

Kantor Perpustakaan & Arsip Kota Mojokerto

2014

Farah Dini R.

Arinta Prabawati

Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas

I

Dinas Perhubungan & Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Mojokerto

2014

 
SMAN 3 Kota Mojokerto, cerdas, tangkas dan cakap namun bijaksana dan rendah hati.